Lalalala
lala
terserah
jangan copy sembarangan lalallalala lalalllala lallalala lalallala lallalala lalallalaa lalallala lalallalla lalallalala lalalallla lalalallala lalallalala lalalalalaal lalalallala
Senin, 26 November 2012
Rabu, 21 November 2012
Entahlah
Ketika masih kecil aku selalu ingin cepat besar. Aku ingin melakukan apa saja yang orang dewasa lakukan. Aku ingin keluar malam tanpa ada orang yang berkata “hei nak, ini sudah larut malam”. Aku bisa nonton konser band favorit ku. Aku selalu menghayal dengan siapa nanti aku akan berpacaran. Cowok siapa yang akan menciumku untuk pertama kali. Menghayal akan seperti apa pengantin priaku dan bagaimana megah nya pesta pernikahan ku nanti.
Dan sekarang aku merasa sudah cukup besar.
Lalu apa yang terjadi??
Semua tak seperti apa yang aku bayangkan .
Semuanya berbeda.
Hubungan ku dengan orang tua ku tidak begitu harmonis. Aku tak punya pekerjaan yg cukup menjanjikan. Dan semua terasa lengkap ditambah hubungan percintaan kita yg begitu rumit. Rumit sekali. Setiap memikirkan nya membuat kepala ingin pecah.
Aku mencintaimu. Lebih tepatnya sangat mencintaimu. Sampai sekarang pun aku tak bisa tau mengapa aku begitu mencintaimu. Aku tak mempunyai alasannya. Itu yang membuatku terlihat bodoh karna aku tak pernah bisa menjawab pertanyaan orang-orang.
“Mengapa kamu mencintainya?”
“Kok bisa kamu mencintainya?”
“Sejak kapan kamu mencintainya?”
“Apa yang kamu harapkan darinya?”
Aku sama sekali tak bisa menjawab semua pertanyaan itu. Sungguh aku tak tau. Bukannya aku ingin protes kepada Tuhan. Tapi aku selalu menyesalkan kenapa aku tidak dilahirkan 20 tahun lebih awal. Seandainya itu terjadi, aku pasti akan bisa menjawab semua pertanyaan orang-orang. Dan seandainya aku bertemu dengan mu 20 tahun lebih awal, mungkin semua nya tak menjadi serumit ini.
Kau begitu indah. Entahlah, aku mengartikan kau semacam narkoba. Seingin apapun aku melepas mu dalam pikiran ku, dalam hidupku, tetap saja tak bisa. Membunuh perasaan ku terhadapmu sama saja seperti aku membunuh diri ku sendiri. Sungguh aku tidak bisa tidak mencintaimu.
Kita sudah terlalu jauh berlari, Mustahil bagi kita untuk berhenti apalagi kembali ke belakang. Aku tau apa yang akan ada di depan sana. Tak peduli seberapa banyak nya airmata, aku ingin tetap bersamamu. Tak peduli jika aku harus tersakiti. Dan aku tak peduli siapa saja yang harus aku sakiti. Karna aku juga ingin bahagia. Aku ingin bahagia bersama mu.
Dan mengapa kau tidak pernah percaya kalau aku begitu mencintaimu? Kau selalu meragukan kesetiaanku. Aku harus bagaimana lagi. Bahkan percakapan kita tadi terdengar begitu menyakitkan. Kau masih bertanya “Apa kau mau terima?” Seharusnya kau orang yang paling tau apa jawaban ku. Aku tak kan menyerah. Semua orang terdekat ku sudah tau tentang kita. Dan kau pun tau apa yang terjadi antara aku dengan mereka. Lalu kenapa kau mengutarakan kepadaku apa yang akan terjadi antara kau dengan orang terdekat mu?? Mungkin kondisi nya memang sedikit berbeda. Tapi apa yang terjadi padamu pasti akan terjadi juga dengan ku. Kita sama-sama menanggung akibat bukan?? Jadi ini seharusnya bukan menjadi masalah.
Aku tidak tau akan berakhir seperti apa. Katakan apa yang harus lakukan jika kita memang tak berjodoh?? Bisakah kita merubahnya?? Sungguh aku tak ingin bersama orang lain. Sungguh, aku hanya ingin bersama mu.
Langganan:
Komentar (Atom)
